• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Saturday, March 28, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Warga Berobat Pakai KTP dan KK Picu Kontroversi Anggaran BLUD Puskesmas

by Panglima Bumi
January 5, 2026
in Lampung Raya

RUWA JURAI- Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) di Bandar Lampung, yang memungkinkan warga berobat hanya dengan KTP dan KK, kembali menjadi sorotan publik. Program ini mempermudah akses kesehatan, tetapi sekaligus memunculkan pertanyaan tentang transparansi distribusi pendapatan dan pengelolaan anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di sejumlah Puskesmas.

Sejak era kepemimpinan Wali Kota Herman HN, P2KM memungkinkan warga Kota Bandar Lampung menikmati layanan kesehatan gratis tanpa harus memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dana program berasal dari APBD Pemkot Bandar Lampung, sementara BOK dialirkan dari Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan setempat. Meski demikian, aliran dana BOK belum sepenuhnya diverifikasi, karena pertemuan dengan pihak berwenang memerlukan pengaturan janji lebih dulu.

Di sisi lain, status BLUD memungkinkan Puskesmas mengelola pendapatan dan anggaran sendiri. Sejumlah Puskesmas seperti Satelit dan Segala Mider kini telah berstatus BLUD dan melayani warga dengan program P2KM.

Berita Terkait

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

Nenek Jariyah, warga Pahoman, merupakan salah satu penerima manfaat. Biasanya ia menggunakan KIS untuk kontrol kesehatan, tetapi kartu tersebut sudah tidak aktif. “Saya tahu dari orang-orang kalau bisa berobat hanya pakai KTP dan KK. Tadinya pakai kartu KIS itu, tapi udah mati katanya,” ujarnya, Senin, 5 Januari 2026. Saat ini, ia dirujuk ke RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo untuk layanan ronsen dan kontrol kesehatan rutin.

Warga lain, Ina, dari Kecamatan Langkapura, juga memanfaatkan layanan berobat gratis ini di Puskesmas Segala Mider. Ia mengaku pelayanan lancar, termasuk untuk rujukan ke rumah sakit. “Saya enggak punya KIS. Tahu dari RT dan tetangga kalau hanya pakai KTP dan KK Bandar Lampung bisa berobat gratis juga. Semua gratis. Layanannya juga baik, termasuk untuk rujukan juga mudah,” katanya. Ina menambahkan bahwa warga di lingkungannya banyak yang memanfaatkan P2KM, meskipun penggantian ke KIS belum terealisasi.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung belum memberikan klarifikasi terkait pendapatan dan pengelolaan anggaran BOK dan BLUD, termasuk pergantian layanan P2KM ke KIS. Redaksi telah mengajukan permohonan informasi publik berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008, berharap transparansi pendistribusian dana dan administrasi layanan kesehatan bisa menyentuh seluruh warga.

Kontroversi ini sebelumnya mencuat pada November 2025, ketika Komisi 4 DPRD Kota Bandar Lampung menggelar hearing dengan 31 Kepala Puskesmas. Terungkap bahwa Dinas Kesehatan menganggarkan Rp25 miliar untuk P2KM dan Rp25 miliar untuk pembayaran BPJS PBPU dan PPU. Namun, distribusi dana P2KM sempat mandek sehingga target pendapatan dan belanja Puskesmas tahun 2025 sulit tercapai.

Pengalaman warga seperti Jariyah dan Ina menjadi catatan penting bahwa P2KM masih memberikan akses kesehatan bagi masyarakat meski ada persoalan transparansi. Masyarakat berharap, ke depan, distribusi anggaran dan administrasi layanan kesehatan semakin terbuka, sehingga program ini benar-benar bisa menjangkau semua lapisan warga Kota Bandar Lampung.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Bandar LampungBLUDBOKkesehatan publikKKKTPlayanan gratisP2KM
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

March 18, 2026
Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

March 16, 2026
Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

March 13, 2026

Recent News

  • Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang
  • Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand
  • Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com