• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Thursday, September 10, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Budiyono Bawa Misi Baru untuk Unila, Riset, Alumni dan Industri Bakal Disatukan

by Panglima Bumi
September 9, 2026
in Lampung Raya

RUWA JURAI- Calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, Budiyono, membawa gagasan baru dalam pengembangan perguruan tinggi. Salah satu fokus yang akan didorong adalah mengoptimalkan kekuatan alumni sebagai subjek strategis dalam pembangunan pusat riset, pengembangan industri hingga pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Budiyono, perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada menghasilkan lulusan. Kampus harus mampu memberikan kontribusi nyata melalui solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha.

Lektor Kepala Bidang Hukum Tata Negara itu mengatakan, salah satu langkah yang akan menjadi perhatiannya adalah memperkuat hilirisasi hasil penelitian.

Berita Terkait

GOR Saburai Hilang, Bangunan Pengganti Tak Kunjung Rampung, Gerakan Budaya Mulai Bergerak

Benarkah Lahan yang Diduduki Warga di Luar HGU? PTPN Bekri Diminta Buka Data

“Hal pertama saya, terutama untuk memperkuat hilirisasi, segera mendorong, menggeser dana-dana atau memperbanyak dana-dana penelitian, terutama yang berkaitan dengan persoalan-persoalan masyarakat, terutama di Lampung,” kata Budiyono.

Ia menilai Universitas Lampung memiliki kekuatan besar yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal, yakni jaringan alumni.

Dengan jumlah alumni yang telah mencapai hampir 100 ribu orang, Budiyono menyebut potensi tersebut dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kemajuan Unila dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Alumni itu aset kita juga. Kita kurang lebih sudah hampir 100 ribu lebih alumni perguruan tinggi kita. Ini sumber daya yang sangat besar,” katanya, Senin, 7 September 2026.

Menurutnya, pendataan alumni tidak seharusnya hanya berhenti pada informasi mengenai tempat kerja atau profesi setelah menyelesaikan pendidikan di kampus.

Unila perlu mengetahui lebih jauh mengenai kompetensi, jaringan, pengalaman, serta bidang pengabdian yang dimiliki para alumni.

Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam membangun kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan alumni untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat, kebutuhan industri hingga kepentingan pemerintah.

Budiyono menegaskan, alumni tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek yang dimintai bantuan ketika kampus membutuhkan sesuatu.

Sebaliknya, alumni harus menjadi subjek dan mitra strategis dalam membangun pusat-pusat riset serta pengembangan yang memiliki dampak nyata.

“Kita melibatkan alumni. Karena tadi, alumni ini aset. Bukan menjadikan objek, tapi dia subjek,” tegasnya.

Menurut Budiyono, kolaborasi tersebut juga harus dibangun melalui perencanaan yang matang dan berkelanjutan.

Ia menilai kampus tidak etis jika hanya menghubungi alumni ketika sedang membutuhkan dukungan tanpa memiliki desain kerja sama yang jelas.

“Kita buka pemikiran mereka. Mereka berhasil sedikit banyak adalah kontribusi daripada almamater. Tapi kita harus punya perencanaan. Jangan ujug-ujug kita minta mereka, tapi tidak punya perencanaan,” ujarnya.

Budiyono bahkan membuka peluang untuk mendatangi langsung para alumni guna membangun desain kolaborasi berdasarkan kompetensi dan bidang keahlian masing-masing.

Jika dipercaya memimpin Unila periode 2027–2031, Budiyono juga berencana mengoptimalkan aset Universitas Lampung seluas sekitar 150 hektare di kawasan Kota Baru.

Lahan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat studi, pusat riset, serta kawasan pengembangan berbagai sektor strategis.

Mulai dari hilirisasi pertanian, perkebunan, peternakan hingga pengembangan pariwisata edukatif.

“Kita punya aset 150 hektare di Kota Baru. Ini kan masih lahan tidur yang belum bisa dimanfaatkan. Dan itu aset. Kalau kita jadi pusat-pusat studi, pusat pengembangannya, centra sawit di sana, peternakan, bukan hanya pusat penelitian,” ujarnya.

Melalui konsep tersebut, Budiyono berharap Universitas Lampung dapat bergerak lebih jauh dari sekadar institusi pendidikan.

Kampus diharapkan menjadi pusat inovasi yang mampu mempertemukan akademisi, alumni, pemerintah, masyarakat dan dunia industri dalam satu ekosistem kolaborasi.

Dengan kekuatan puluhan ribu alumni serta aset yang dimiliki, gagasan menjadikan Unila sebagai pusat riset dan pengembangan berbasis kebutuhan masyarakat dan industri menjadi salah satu arah yang ingin didorong Budiyono dalam kontestasi pemilihan Rektor Unila periode 2027–2031.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Alumni UnilaBandar LampungBerita LampungBudionoBudiyonoCalon Rektor UnilaIndustrikampus UnilaKota Baru LampungPemilihan Rektor UnilaPendidikan TinggiRektor Unila 2027Riset UnilaUnilaUniversitas LampungUniversitas Lampung 2027.
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

GOR Saburai Hilang, Bangunan Pengganti Tak Kunjung Rampung, Gerakan Budaya Mulai Bergerak

GOR Saburai Hilang, Bangunan Pengganti Tak Kunjung Rampung, Gerakan Budaya Mulai Bergerak

September 10, 2026
Benarkah Lahan yang Diduduki Warga di Luar HGU? PTPN Bekri Diminta Buka Data

Benarkah Lahan yang Diduduki Warga di Luar HGU? PTPN Bekri Diminta Buka Data

September 10, 2026
Ridwan 98: Demokrasi Terancam Jika Agama dan Ideologi Dijadikan Alat Perebutan Kekuasaan

Ridwan 98: Demokrasi Terancam Jika Agama dan Ideologi Dijadikan Alat Perebutan Kekuasaan

September 10, 2026

Recent News

  • GOR Saburai Hilang, Bangunan Pengganti Tak Kunjung Rampung, Gerakan Budaya Mulai Bergerak
  • Benarkah Lahan yang Diduduki Warga di Luar HGU? PTPN Bekri Diminta Buka Data
  • Ridwan 98: Demokrasi Terancam Jika Agama dan Ideologi Dijadikan Alat Perebutan Kekuasaan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com