• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Wednesday, October 14, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

IMF dan Krisis Ekonomi: Studi Kasus di Indonesia

by Sava Mentari
September 4, 2025
in Ekonomi & Bisnis

RUWAJURAI NEWS – Krisis moneter 1997–1998 menjadi salah satu babak paling kelam dalam sejarah ekonomi Indonesia. Nilai rupiah anjlok drastis, inflasi meroket, dan ribuan perusahaan gulung tikar. Di tengah situasi tersebut, Indonesia menerima bantuan dari International Monetary Fund (IMF) sebagai upaya penyelamatan ekonomi. Namun, keterlibatan IMF memunculkan pro dan kontra yang hingga kini masih diperdebatkan.

IMF memberikan paket pinjaman sekitar 43 miliar dolar AS dengan syarat pemerintah Indonesia melakukan berbagai reformasi struktural, seperti liberalisasi sektor keuangan, penghapusan subsidi tertentu, hingga pengetatan kebijakan fiskal. Kebijakan ini memang membantu menstabilkan nilai tukar rupiah, tetapi di sisi lain memicu lonjakan harga kebutuhan pokok dan memperdalam kesenjangan sosial.

Banyak ekonom menilai, kehadiran IMF saat itu menolong Indonesia keluar dari jurang kebangkrutan. Namun, kritik keras datang karena syarat-syarat pinjaman dianggap memperparah penderitaan masyarakat kelas bawah dan mengurangi kedaulatan ekonomi nasional.

Berita Terkait

Perjuangkan Potensi Desa, Raperda Desa Wisata Didorong Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Transformasi Ekonomi dan Bisnis di Era Digital

Hingga kini, pengalaman krisis 1998 menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk lebih berhati-hati terhadap utang luar negeri dan menjaga stabilitas ekonomi domestik. Pemerintah pun terus berupaya memperkuat fondasi ekonomi agar tidak lagi terlalu bergantung pada lembaga internasional seperti IMF saat menghadapi gejolak global.***

Tags: EkonomiGlobalEkonomiIndonesiaIMFKrisis1998KrisisEkonomiReformasiEkonomiUtangLuarNegeri
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan

Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan

October 13, 2026
Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum

Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum

October 12, 2026
Jangan Cuma Awasi Sopir! Dugaan Permintaan Uang Tip Di SPBU Bernah Perlu Diselidiki

Jangan Cuma Awasi Sopir! Dugaan Permintaan Uang Tip Di SPBU Bernah Perlu Diselidiki

October 12, 2026

Recent News

  • Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan
  • Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum
  • Jangan Cuma Awasi Sopir! Dugaan Permintaan Uang Tip Di SPBU Bernah Perlu Diselidiki
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com