RUWA JURAI – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Americo, memberikan penjelasan atas pandangan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat terkait pentingnya penguatan sistem pendidikan adaptif guna meningkatkan kapasitas sains, bahasa, dan teknologi peserta didik. Penjelasan tersebut disampaikan Thomas di Lampung, Kamis (18/12/2025), sebagai respons atas isu nasional mengenai daya saing pendidikan Indonesia di tingkat global.
Pandangan Lestari Moerdijat sebelumnya disampaikan pada Rabu (17/12/2025), menyusul rilis laporan National Center for Education Statistics (NCES) dalam penilaian Programme for International Student Assessment (PISA) 2022. Laporan tersebut menempatkan Indonesia di peringkat 69 dari 80 negara dalam aspek kemampuan matematika, sains, serta kemandirian penggunaan teknologi digital. Pada siklus PISA ke-9 tahun 2025, fokus penilaian akan diarahkan pada sains, kemampuan bahasa asing, dan pengelolaan pembelajaran mandiri berbasis digital.
Menanggapi hal tersebut, Thomas Americo menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk mendorong adaptasi sistem pendidikan. Salah satunya melalui kebijakan penggunaan bahasa Inggris di lingkungan sekolah menengah. Ia mengungkapkan, Disdikbud Lampung telah menerbitkan surat edaran pada 16 September 2025 yang mewajibkan penggunaan bahasa Inggris setiap hari Jumat di SMA dan SMK negeri maupun swasta, khususnya pada kelas prioritas dan kelas unggulan.
“Kita sudah membuat edaran untuk berbahasa Inggris di SMA dan SMK sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan komunikasi global peserta didik,” ujar Thomas Americo.
Selain penguatan bahasa asing, Disdikbud Lampung juga memasukkan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan dan bahasa pemrograman, ke dalam kurikulum pembelajaran. Menurut Thomas, langkah ini penting untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, sekaligus menyambut bonus demografi. Kurikulum Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terintegrasi dengan pemrograman dan pengenalan artificial intelligence telah mulai diterapkan pada tahun ajaran ini.
Untuk mendukung implementasi tersebut, Disdikbud Lampung secara bertahap menggelar pelatihan bagi para guru. Saat ini, tercatat 72 guru SMA dan SMK telah mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis AI dan TIK. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring perluasan penerapan kurikulum baru di sekolah-sekolah.
Ke depan, Thomas Americo juga menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pendekatan Sains, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan literasi numerasi dan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui sistem asesmen yang lebih kontekstual dan terukur. Dengan langkah-langkah tersebut, Disdikbud Lampung berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah agar lebih adaptif dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.***


