• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Thursday, March 26, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Dugaan Aliran Dana dan Anggaran Tertunda, Kepercayaan Publik Diuji

by Panglima Bumi
February 12, 2026
in Lampung Raya

RUWA JURAI- Sejumlah dugaan kekacauan keuangan mencuat di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung pada awal periode kedua kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana. Informasi internal yang beredar menyebut adanya persoalan tata kelola anggaran, mulai dari dana miliaran rupiah hingga keluhan tunjangan pegawai yang tertahan.

Sorotan Pada Pengelolaan Dana Miliaran Rupiah

Dugaan kekacauan keuangan ini pertama kali mencuat terkait anggaran Rp60 miliar yang dikaitkan dengan Kejati Lampung. Isu tersebut memicu kontroversi dan menjadi perhatian sejumlah organisasi masyarakat yang bahkan membawa persoalan ini ke ranah hukum nasional.

Selain itu, beredar informasi mengenai anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp6 miliar yang diduga telah habis digunakan. Anggaran tersebut disebut-sebut dipakai untuk kegiatan terjadwal, bukan untuk kebutuhan darurat seperti penanggulangan bencana.

Berita Terkait

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

“Kalau benar anggaran belanja tidak terduga sudah habis, tentu ini berisiko ketika terjadi situasi darurat,” ujar salah satu sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Aliran Dana ke Yayasan dan Proyek Gedung

Isu dugaan kekacauan keuangan juga menyeret aliran dana Rp350 juta ke rekening Yayasan Siger Prakarsa Bunda. Ketua yayasan, Khaidarmansyah, telah mengonfirmasi adanya aliran dana tersebut. Namun, penggunaan anggaran itu menuai pertanyaan publik karena dikaitkan dengan kegiatan yang dipersoalkan legalitasnya.

Selain itu, muncul informasi terkait anggaran Rp5,9 miliar untuk pembangunan gedung Kejati Lampung yang disebut belum terbayarkan pada 2025 dan masuk kategori utang. Sumber internal menyebut pencairan anggaran tersebut semestinya melalui review Inspektorat dan penetapan BPK.

“Secara prosedur, pembayaran harus melalui mekanisme pengawasan dan penetapan sesuai aturan,” kata seorang pemerhati tata kelola keuangan daerah.

Tunjangan ASN dan Keluhan Guru

Dugaan kekacauan keuangan turut berdampak pada aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak. Informasi yang beredar menyebut tunjangan kinerja (tukin) tertahan karena 25 persen Dana Alokasi Umum (DAU) transfer pemerintah pusat belum dapat dicairkan.

Kondisi ini diduga berkaitan dengan persoalan administratif di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi yang disampaikan kepada publik.

Di sisi lain, sejumlah guru SD juga mengeluhkan adanya permintaan sumbangan antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per sekolah untuk mengikuti kegiatan tertentu. Keluhan tersebut menambah daftar panjang dugaan persoalan tata kelola.

Transparansi Anggaran Jadi Tuntutan Publik

Berbagai dugaan kekacauan keuangan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi dan akuntabilitas di lingkungan Pemkot Bandar Lampung. Hingga kini, pejabat berwenang belum memberikan keterangan resmi yang komprehensif untuk menjawab isu-isu yang berkembang.

Pengamat kebijakan publik menilai, keterbukaan informasi menjadi kunci meredam spekulasi. “Jika ada dugaan kekacauan keuangan, pemerintah daerah harus proaktif membuka data dan menjelaskan secara detail agar tidak menimbulkan krisis kepercayaan,” ujarnya.

Publik kini menanti klarifikasi resmi dari Pemerintah Kota Bandar Lampung guna memastikan apakah dugaan kekacauan keuangan tersebut memiliki dasar kuat atau sekadar isu yang belum terverifikasi.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: anggaran Rp60 miliarbelanja tidak terdugaDAU Bandar Lampungdugaan kekacauan keuanganEva DwianaPemkot Bandar LampungTransparansi Anggarantunjangan ASN
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

March 18, 2026
Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

March 16, 2026
Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

March 13, 2026

Recent News

  • Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang
  • Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand
  • Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com