RUWA JURAI — Angin perubahan kembali berembus dari tubuh PA GMNI Lampung Barat. Konsolidasi yang berlangsung di Liwa, 29 November 2025, menghadirkan optimisme baru sekaligus menandai kebangkitan gerakan sosial berbasis ideologi marhaenisme yang selama ini menjadi roh organisasi.
Pertemuan itu menjadi ajang evaluasi sekaligus penyusunan arah besar organisasi. Para alumni membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat kehadiran PA GMNI dalam menjawab persoalan masyarakat, terutama di bidang hukum, pendidikan politik, literasi publik, hingga penguatan karakter kebudayaan.
Dari ruang diskusi itu, muncul tekad bersama bahwa PA GMNI Lampung Barat tidak boleh hanya menjadi simbol alumni. Organisasi ini harus hadir sebagai kekuatan yang bergerak, merumuskan solusi, dan memberikan keberpihakan nyata bagi masyarakat kecil.
Program-program prioritas mulai dimatangkan. Pembentukan pusat pendampingan hukum, penguatan pendidikan demokrasi, hingga ruang literasi kebudayaan menjadi fondasi yang ingin segera diwujudkan. Para pengurus meyakini, Lampung Barat membutuhkan organisasi yang mampu menjadi jembatan antara kebutuhan rakyat dan kebijakan publik.
“Kita bukan hanya membicarakan perubahan, tetapi menjalankannya. PA GMNI harus berdiri paling depan,” tegas salah satu peserta konsolidasi.
Semangat pengabdian itu juga menegaskan bahwa gerakan alumni harus adaptif, progresif, dan relevan dengan tantangan zaman. Konsolidasi di Liwa menjadi momentum yang memperkuat komitmen bahwa organisasi ini akan terus berkembang, terus melayani, dan terus hadir di tengah masyarakat.
Dengan langkah yang semakin rapi dan agenda yang semakin jelas, PA GMNI Lampung Barat menyatakan kesiapan untuk melanjutkan tradisi perjuangan: bekerja dengan hati, berpihak pada rakyat, dan menjaga marwah ideologi marhaenisme dalam setiap gerakan.***


