• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Thursday, March 26, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Wali Kota Bandar Lampung dan Risiko Individualisme Anarkis

by Sava Mentari
January 1, 2026
in Lampung Raya

RUWA JURAI– Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mendapat sorotan tajam karena praktik Individualisme Anarkis yang muncul sejak pertengahan 2025, khususnya terkait penyelenggaraan SMA swasta Siger. Kritik ini muncul karena sekolah tersebut beroperasi meski belum mengantongi izin dari DPMPTSP dan Disdikbud Provinsi Lampung, menimbulkan risiko hukum dan pendidikan bagi peserta didik.

Fenomena ini bisa dianalisis menggunakan teori sosiologi Emile Durkheim. Individualisme Anarkis, menurut Durkheim, terjadi ketika individu menempatkan dirinya sebagai pusat mutlak, menolak aturan dan otoritas eksternal, termasuk lembaga hukum dan sosial. Dalam konteks ini, kebijakan Wali Kota Eva Dwiana dianggap menolak substratum kekuasaan eksternal, seperti UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, serta regulasi menteri terkait pendidikan dan perizinan sekolah.

Ketua Komunitas Sosiologi Bandar Lampung, Dr. Fadli Hadi, menilai, “Fenomena Individualisme Anarkis dapat memicu ketidakteraturan sosial karena institusi kehilangan kontrol atas praktik yang berdampak pada masyarakat luas. Dalam kasus SMA Siger, risiko nyata adalah peserta didik tidak mendapatkan ijazah resmi, yang berpotensi mengganggu masa depan mereka.”

Berita Terkait

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

Isu ini kian serius karena berpotensi menimbulkan Anomie, konsep Durkheim tentang ambruknya tatanan moral masyarakat akibat ketidakefektifan pemerintah dan agama dalam mengatur perilaku sosial. Akibatnya, masyarakat atau individu mengalami kekecewaan dan kehilangan tujuan hidup. Dalam kasus ini, wali murid yang tidak menyadari status legal sekolah dapat terjebak pada situasi di mana anak-anak mereka menempuh pendidikan formal namun ijazahnya tidak sah secara nasional.

Selain itu, Durkheim menekankan bahwa Anomie muncul ketika lembaga sosial gagal menjalankan fungsinya, dan perilaku individu menolak norma kolektif. SMA Siger menjadi contoh konkret, di mana kerja-kerja Individualisme Anarkis berpotensi meluas karena sebagian warga mendukung kegiatan sekolah tanpa memahami dampak struktural dan legalnya. Hal ini dapat memperparah ketidakseimbangan antara kepentingan individu dan kesejahteraan masyarakat.

Dampak lebih lanjut dari praktik ini bukan hanya soal ijazah dan administrasi pendidikan, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap pemerintah kota. Jika masyarakat menilai pemerintah abai terhadap hukum dan regulasi, hal ini berpotensi menurunkan legitimasi dan rasa aman warga dalam kehidupan sosial dan pendidikan.

Kasus SMA Siger menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan: integritas, kepatuhan terhadap hukum, dan kesadaran kolektif harus berjalan seiring dengan inovasi dan kepentingan pribadi. Tanpa itu, individualisme anarkis dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang merugikan generasi muda.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: AnomieDapodikDurkheimEva DwianaIndividualisme AnarkisKebijakan PendidikanPendidikan Bandar LampungRisiko AdministratifSMA SigerWali Kota Bandar Lampung
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

March 18, 2026
Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

March 16, 2026
Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

March 13, 2026

Recent News

  • Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang
  • Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand
  • Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com