• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Saturday, March 28, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Di Balik Kursi Plt Bupati: Peran Strategis Pendamping Kepemimpinan

by Panglima Bumi
January 29, 2026
in Lampung Raya

RUWA JURAI- Lampung Tengah berada pada fase krusial pascaprahara politik dan birokrasi yang mengguncang daerah ini sepanjang akhir 2025. Kepercayaan publik terkikis, citra pemerintahan terluka, dan masyarakat menuntut lebih dari sekadar stabilitas administratif. Dalam situasi tersebut, pola kepemimpinan yang saling menguatkan menjadi kebutuhan mendesak.

Pelaksana Tugas Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, memikul beban sejarah yang tidak ringan. Ia dituntut memulihkan tata kelola pemerintahan sekaligus menjahit kembali hubungan negara dengan masyarakat. Tantangan ini tidak mungkin diselesaikan hanya melalui kebijakan struktural dan kerja organisasi perangkat daerah.

Di titik inilah peran pendamping kepemimpinan memperoleh relevansinya.

Kepemimpinan Tidak Tunggal

Dalam banyak pengalaman pemerintahan, keberhasilan kepala daerah kerap ditentukan oleh ekosistem kepemimpinan di sekelilingnya. Lampung Tengah kini melihat dinamika tersebut melalui kehadiran Ni Ketut Dewi Nadi, istri Plt Bupati yang juga menjabat sebagai anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung.

Berita Terkait

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

Ni Ketut Dewi Nadi bukan figur simbolik. Ia memiliki rekam jejak panjang dalam kerja sosial dan politik. Komisi IV DPRD membidangi sektor-sektor fundamental yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat, mulai dari kesejahteraan sosial, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan perempuan dan anak.

Seorang akademisi kebijakan publik di Lampung Tengah menilai pemulihan daerah tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik. Menurutnya, pemulihan kepercayaan dan rasa aman masyarakat menjadi faktor yang jauh lebih penting dalam fase transisi kepemimpinan.

Dari Kebijakan ke Sentuhan Sosial

Sebagai Plt Bupati, I Komang Koheri bergerak pada ranah kebijakan, administrasi, dan konsolidasi pemerintahan. Sementara itu, Ni Ketut Dewi Nadi berada pada posisi strategis untuk menjembatani aspirasi sosial yang kerap luput dari meja birokrasi.

Sektor kebudayaan, ekonomi kreatif, ketahanan keluarga, hingga pemberdayaan perempuan dan anak bukan sekadar pelengkap pembangunan. Dalam konteks Lampung Tengah pascakrisis, sektor-sektor tersebut justru menjadi fondasi penting pemulihan sosial.

Pengalaman Ni Ketut Dewi Nadi sebagai legislator memberi perspektif yang utuh. Ia memahami bagaimana empati harus diterjemahkan ke dalam kebijakan, serta bagaimana aspirasi masyarakat perlu diakomodasi melalui mekanisme anggaran dan regulasi yang sah.

Sinkronisasi yang Dibutuhkan Publik

Sinergi antara kepala daerah dan pendamping kepemimpinan bukan hal baru, namun menjadi penting ketika dijalankan secara proporsional dan transparan. Publik Lampung Tengah saat ini tidak mencari figur heroik, melainkan kepemimpinan yang bekerja secara kolektif, saling menguatkan, dan berada dalam koridor etika pemerintahan.

Seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Gunung Sugih menilai konsistensi menjadi ujian utama kepemimpinan saat ini. Ia menyebut masyarakat tidak menuntut pencitraan, melainkan keberlanjutan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

Menutup Luka, Membuka Babak Baru

Lampung Tengah masih menyimpan trauma kolektif akibat catatan kelam kepemimpinan masa lalu. Tiga kepala daerah terjerat persoalan hukum, meninggalkan krisis kepercayaan yang belum sepenuhnya pulih. Karena itu, masa transisi ini menjadi penentu arah masa depan daerah.

Jika sinkronisasi kepemimpinan antara I Komang Koheri dan Ni Ketut Dewi Nadi dijaga secara konsisten, slogan Lampung Tengah Terang berpeluang melampaui jargon. Ia dapat menjadi narasi pemulihan yang berjalan perlahan, terukur, dan berpihak pada kepentingan manusia.

Sorotan publik pun mulai bergeser, dari skeptisisme menuju kehati-hatian yang berharap, dari luka menuju proses penyembuhan. Lampung Tengah masih berada di persimpangan, namun kini melangkah dengan arah yang lebih seirama.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: I Komang Koherikepemimpinan daerahLampung TengahNi Ketut Dewi Nadipemulihan kepercayaan publik
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

March 18, 2026
Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

March 16, 2026
Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

March 13, 2026

Recent News

  • Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang
  • Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand
  • Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com