• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Sunday, August 30, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Sosialisasi Kebangsaan di Lampung Soroti Penyebaran Radikalisme Lewat Media Sosial

by Panglima Bumi
May 11, 2026
in Lampung Raya

RUWA JURAI- Densus 88 Antiteror Polri bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan bagi siswa SMA se-Provinsi Lampung sebagai langkah pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di lingkungan pelajar.

Kegiatan tersebut menghadirkan jajaran Satgaswil Lampung, kepala sekolah, dewan guru, pengurus OSIS, hingga mantan narapidana terorisme sebagai narasumber edukasi kebangsaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan dunia pendidikan saat ini berada di garis depan dalam menghadapi masuknya ideologi transnasional melalui ruang digital.

Berita Terkait

Tokoh Pemuda Way Kanan Minta DPRD dan PGK Selesaikan Polemik Lewat Dialog

Jamaludin Ungkap Keluhan Kepala Sekolah Swasta: MKKS Disebut Hanya Minta Sumbangan

Menurutnya, paham intoleransi dan radikalisme kini banyak menyasar generasi muda melalui media sosial maupun lingkungan pergaulan.

“Sekolah harus menjadi zona integritas yang steril dari benih-benih kebencian dan eksklusivisme,” tegas Thomas Amirico.

Pelajar Diminta Perkuat Ideologi Pancasila

Kasatgaswil Lampung Densus 88 Antiteror Polri, Stialanri Kurniawan Setinggar, mengingatkan para siswa agar tetap menjaga ideologi Pancasila di tengah derasnya arus informasi digital.

Ia menegaskan generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jangan biarkan ideologi lain menggantikan ideologi Pancasila sebagai dasar negara,” katanya.

Sementara itu, Ketua MKKS SMA Provinsi Lampung, Suharto, menilai sekolah tidak hanya menjadi tempat mengejar prestasi akademik, tetapi juga benteng pertahanan karakter generasi muda.

“Wawasan kebangsaan adalah imun bagi jiwa pelajar. Jika pemahaman kebangsaan kuat, maka virus kebencian dan sikap intoleran tidak akan mudah masuk,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Provinsi Lampung merupakan miniatur Indonesia dengan keberagaman suku, budaya, dan agama yang harus terus dijaga melalui semangat persatuan dan toleransi.

 Mantan Napiter Berbagi Pengalaman kepada Pelajar

Dalam kegiatan tersebut, materi sosialisasi turut disampaikan oleh Sumarna yang menjelaskan tahapan munculnya paham terorisme, mulai dari intoleransi, berkembang menjadi radikalisme, hingga berujung pada aksi teror.

Menurutnya, kelompok radikal sering menggunakan narasi agama, sosial, hingga politik untuk mempengaruhi masyarakat, terutama generasi muda.

Ia menyebut jalur penyebaran paham radikal kini semakin beragam, mulai dari media sosial, lingkungan pertemanan, dunia pendidikan, hingga relasi perkawinan.

Kegiatan itu juga menghadirkan mantan narapidana terorisme asal Lampung, Meilani Indra Dewi, yang membagikan pengalaman pribadinya kepada para siswa.

Dalam pemaparannya, Meilani mengingatkan bahwa perilaku negatif seperti bullying, tawuran, dan pergaulan menyimpang dapat menjadi pintu masuk lahirnya sikap radikal.

“Kelompok radikal sering menawarkan penerimaan dan persaudaraan palsu kepada anak-anak muda yang merasa tersisih,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pelajar menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Lampung dan tidak mudah terpengaruh ajaran yang memecah belah persatuan bangsa.

Melalui kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan tersebut, diharapkan para pelajar memiliki ketahanan ideologi yang kuat serta mampu melakukan deteksi dini terhadap penyebaran paham intoleran dan radikal di lingkungan pendidikan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Densus 88Disdikbud LampungIntoleransiPancasilaPelajar LampungRadikalismeSosialisasi KebangsaanTerorismeThomas AmiricoWawasan Kebangsaan
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Pendidikan Vokasi Makin Relevan, SMK Tuma’ninah Yasin Metro Dekatkan Siswa dengan Dunia Industri

Pendidikan Vokasi Makin Relevan, SMK Tuma’ninah Yasin Metro Dekatkan Siswa dengan Dunia Industri

August 29, 2026
16 SMK Swasta Kota Metro Siapkan Strategi Baru Hadapi Persaingan Pendidikan

16 SMK Swasta Kota Metro Siapkan Strategi Baru Hadapi Persaingan Pendidikan

August 28, 2026
Tokoh Pemuda Way Kanan Minta DPRD dan PGK Selesaikan Polemik Lewat Dialog

Tokoh Pemuda Way Kanan Minta DPRD dan PGK Selesaikan Polemik Lewat Dialog

August 26, 2026

Recent News

  • Pendidikan Vokasi Makin Relevan, SMK Tuma’ninah Yasin Metro Dekatkan Siswa dengan Dunia Industri
  • 16 SMK Swasta Kota Metro Siapkan Strategi Baru Hadapi Persaingan Pendidikan
  • Tokoh Pemuda Way Kanan Minta DPRD dan PGK Selesaikan Polemik Lewat Dialog
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com