• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Thursday, March 26, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Bantuan Korban Banjir Dipertanyakan, Eva Dwiana Hadapi Kritik Publik

by Panglima Bumi
March 9, 2026
in Lampung Raya

RUWA JURAI- Sikap Eva Dwiana kembali menjadi sorotan publik setelah banjir di Bandar Lampung pada 6–7 Maret 2026 menelan tiga korban jiwa serta merusak rumah dan harta benda warga. Dalam situasi tersebut, Wali Kota Bandar Lampung itu dinilai lebih memilih menyalahkan pihak lain dibanding memberikan penjelasan atau permintaan maaf kepada masyarakat.

Banjir Bandar Lampung yang terjadi dalam dua hari tersebut merendam sejumlah wilayah dan memicu kritik terhadap penanganan bencana oleh pemerintah kota.

Sejumlah pihak menilai sikap Eva Dwiana dalam merespons krisis, termasuk bantuan bagi korban banjir Bandar Lampung, masih memunculkan polemik di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

Pernyataan Eva Dwiana Soal Penanganan Sungai

Dalam sebuah unggahan di media sosial pada malam terjadinya banjir Bandar Lampung, Eva Dwiana menyebut bahwa pengelolaan sungai dan aliran air merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.

“Balai enggak bisa diam, sungai, kali kan tugasnya balai. Kalau kita berembuk insyaallah kelar, kelar ini, kalau perlu kita patungan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memicu kritik karena dinilai menunjukkan kecenderungan menyalahkan pihak lain di tengah situasi darurat yang dihadapi masyarakat.

Bantuan Korban Banjir Bandar Lampung Diperdebatkan

Selain pernyataan tersebut, bantuan bagi korban banjir Bandar Lampung juga menjadi sorotan. Berdasarkan informasi yang beredar, bantuan yang diberikan kepada warga terdampak berupa uang Rp1 juta dan beras 10 kilogram per kepala keluarga.

Beberapa pihak mempertanyakan besaran bantuan tersebut karena Pemkot Bandar Lampung disebut memiliki anggaran belanja tak terduga sekitar Rp6 miliar.

Jika dihitung secara sederhana, sebagian pengamat menilai bantuan korban banjir Bandar Lampung berpotensi bisa lebih besar, terutama untuk membantu warga yang kehilangan harta benda akibat bencana.

Sorotan pada Kebijakan Anggaran Daerah

Di tengah kritik terhadap bantuan korban banjir Bandar Lampung, muncul pula sorotan terhadap sejumlah kebijakan anggaran pemerintah kota sebelumnya.

Salah satunya adalah hibah sekitar Rp60 miliar kepada Kejaksaan Tinggi Lampung yang dinilai sebagian pihak bisa dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur kota, seperti drainase dan pengendalian banjir.

Persoalan drainase disebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap banjir Bandar Lampung yang terjadi berulang setiap tahun.

Polemik Lama: Kasus SMA Siger

Sorotan terhadap sikap Eva Dwiana juga pernah muncul dalam polemik pendirian SMA Siger. Saat itu, izin operasional sekolah swasta tersebut tidak diberikan oleh pemerintah provinsi karena dinilai belum memenuhi ketentuan regulasi pendidikan.

Namun, dalam pernyataannya kepada media, Eva Dwiana sempat mempertanyakan kebijakan pemerintah provinsi terkait solusi bagi siswa yang terancam putus sekolah.

Padahal, pemerintah provinsi telah menjalankan sejumlah program pendidikan seperti sekolah terbuka serta pembebasan uang komite bagi siswa SMA dan SMK negeri.

Banjir Berulang di Bandar Lampung

Banjir Bandar Lampung bukan pertama kali terjadi. Pada 2025, bencana serupa juga menelan dua korban jiwa. Setahun kemudian, banjir kembali terjadi dan menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai langkah konkret pemerintah kota dalam mengatasi banjir yang terus berulang.

Sejumlah pengamat menilai upaya perbaikan drainase, pengelolaan sungai, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting untuk mencegah banjir Bandar Lampung kembali terjadi di masa mendatang.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: banjir Bandar Lampungbanjir Lampungbantuan korban banjir Bandar Lampungdrainase Bandar LampungEva Dwianakorban banjir 2026polemik SMA Sigersikap Eva Dwiana
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

March 18, 2026
Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

March 16, 2026
Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

March 13, 2026

Recent News

  • Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang
  • Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand
  • Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com