• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Thursday, October 15, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Bahas Masa Depan Pendidikan Lampung, Budiyono Dijadwalkan Berdialog di Sekolah Az Zahra

by Panglima Bumi
October 15, 2026
in Lampung Raya

RUWA JURAI- Komunitas Alumni Universitas Lampung (Unila) Peduli Pilrek Unila 2026 akan menggelar diskusi dan dialog bersama Dr. Budiyono, S.H., M.H., salah seorang bakal calon Rektor Unila periode 2027–2031. Kegiatan ini melibatkan alumni serta praktisi dan penggiat pendidikan di Lampung.

Dialog yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (16/10/2026) tersebut mengangkat tema “Menyoal Tembok Menara Gading, Ketika Teori-teori di Ruang Kampus Bertemu Realitas”. Kegiatan akan digelar di Sekolah Az Zahra, Bandar Lampung, dengan Gino Vanoli sebagai pemandu diskusi.

Inisiator dialog, Mochammad Nashir Badri, alumni Unila angkatan 1987, mengatakan Budiyono dipilih karena dinilai merepresentasikan alumni yang memiliki kapasitas dan jaringan di berbagai bidang.

Berita Terkait

Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan

Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum

“Mengapa Budiyono? Karena yang bersangkutan kami anggap sebagai representasi alumni Unila yang memiliki kekuatan di berbagai aspek, dan sangat layak untuk memimpin almamater tercinta,” ujar Nashir.

Menurut Nashir, pengalaman Budiyono sebagai akademisi serta jaringan yang dimilikinya di bidang pendidikan, penelitian, dan kemasyarakatan dinilai dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Ia menilai hubungan kampus dengan masyarakat perlu diperkuat agar perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata di lingkungan sekitarnya.

Soroti Jarak Kampus dan Masyarakat

Nashir menyinggung adanya jarak antara perguruan tinggi dan masyarakat yang diibaratkan sebagai “tembok tinggi menara gading”.

Meminjam istilah Gino Vanoli, Nashir menilai kondisi tersebut perlu dipersoalkan dan diatasi melalui kolaborasi yang efektif antara kampus dan berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, hubungan tersebut perlu dibangun dengan prinsip saling memberikan manfaat atau simbiosis mutualisme, sehingga kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan lebih terarah.

Nashir juga menilai bakal calon rektor perlu berdialog dengan berbagai kalangan agar program pengembangan perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

Keterbukaan, empati, dan hubungan timbal balik, kata dia, diperlukan untuk menghasilkan lulusan berkualitas, penelitian aplikatif, serta program pengembangan yang tepat sasaran.

Hubungkan Visi Calon Rektor dengan Realitas Pendidikan

Diskusi tersebut dirancang untuk mempertemukan visi dan misi yang diusung Budiyono dengan kondisi riil, persoalan, serta kebutuhan dunia pendidikan di Lampung.

Audiens yang diundang mencakup alumni Unila dari kalangan praktisi dan penggiat pendidikan. Melalui dialog ini, penyelenggara berharap masukan dari para peserta dapat memperkaya pembahasan mengenai peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Ning Siti Fatimah, salah seorang alumni Unila yang mengelola lembaga pendidikan di Bandar Lampung, turut mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Sebagai pendidik, pemilik sekaligus pengelola lembaga pendidikan, serta penggiat sosial, Ning Siti menilai dialog antara Budiyono dan praktisi pendidikan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat membuka ruang kerja sama dalam mendukung pengembangan pendidikan dan mempersiapkan generasi Indonesia Emas.

Melalui dialog ini, Komunitas Alumni Unila Peduli Pilrek Unila 2026 berharap hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menjadi salah satu pokok pembahasan dalam melihat arah pengembangan Unila ke depan.***

Source: MUHAMMAD ALFARIEZIE
Tags: Alumni Unilabakal calon Rektor UnilaBudiyonoGino Vanolikolaborasi kampus dan masyarakatMochammad Nashir BadriNing Siti Fatimahpendidikan lampungPengabdian kepada MasyarakatPilrek Unila 2026praktisi pendidikan LampungRektor Unila 2027–2031Sekolah Az ZahraUniversitas Lampung
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Bahas Masa Depan Pendidikan Lampung, Budiyono Dijadwalkan Berdialog di Sekolah Az Zahra

Bahas Masa Depan Pendidikan Lampung, Budiyono Dijadwalkan Berdialog di Sekolah Az Zahra

October 15, 2026
Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan

Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan

October 13, 2026
Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum

Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum

October 12, 2026

Recent News

  • Bahas Masa Depan Pendidikan Lampung, Budiyono Dijadwalkan Berdialog di Sekolah Az Zahra
  • Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan
  • Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com