• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Friday, May 15, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Tradisi Ngaben Bali: Makna dan Filosofi Kehidupan

by Sava Mentari
September 3, 2025
in Budaya & Pariwisata

RUWAJURAI NEWS – Bali dikenal dengan tradisi dan budaya yang kaya akan nilai spiritual. Salah satu upacara adat yang paling ikonik adalah Ngaben, yaitu prosesi kremasi umat Hindu Bali. Bagi masyarakat Bali, Ngaben bukan sekadar upacara pemakaman, tetapi juga bentuk penghormatan terakhir sekaligus simbol pelepasan jiwa menuju alam baka.

Ngaben dilakukan dengan penuh keindahan ritual. Jenazah ditempatkan dalam wadah berbentuk lembu atau menara, lalu dibakar dengan api suci. Api dianggap sebagai penyuci yang membantu roh terlepas dari ikatan duniawi untuk mencapai reinkarnasi atau moksa.

Makna filosofis Ngaben sangat mendalam. Upacara ini mengajarkan bahwa kematian bukan akhir, melainkan transisi menuju kehidupan baru. Dengan demikian, keluarga yang ditinggalkan diajak untuk ikhlas melepas kepergian orang yang dicintai, tanpa larut dalam kesedihan berlarut.

Berita Terkait

Menyelami Kekayaan Budaya dan Pariwisata Indonesia

Air Terjun Tumpak Sewu: Niagara dari Jawa Timur

Selain sebagai ritual spiritual, Ngaben juga memperlihatkan nilai kebersamaan. Warga desa adat biasanya bergotong royong membantu keluarga yang berduka dalam seluruh persiapan, mulai dari membangun bade (menara jenazah) hingga pelaksanaan upacara.

Tak jarang, wisatawan mancanegara ikut menyaksikan prosesi ini sebagai bentuk kekaguman pada budaya Bali. Namun, bagi masyarakat Bali, inti Ngaben tetaplah spiritual: menghormati leluhur dan menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

Tradisi Ngaben menjadi bukti bahwa Bali tidak hanya indah dari sisi alamnya, tetapi juga kaya akan warisan budaya yang mengajarkan makna kehidupan dan kematian.***

Source: SHIFA YUHANANDA
Tags: BudayaBaliFilosofiKehidupanHinduBaliSpiritualBaliTradisiNgabenUpacaraAdatWarisanBudaya
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Keterangan Khaidarmansyah Picu Tanda Tanya Baru, Siapa Pemilik Lahan SMA Siger?

Keterangan Khaidarmansyah Picu Tanda Tanya Baru, Siapa Pemilik Lahan SMA Siger?

May 14, 2026
Dugaan Korupsi PI 10 Persen Memanas, Majelis Hakim Kritik Jawaban Mantan Gubernur Lampung

Dugaan Korupsi PI 10 Persen Memanas, Majelis Hakim Kritik Jawaban Mantan Gubernur Lampung

May 13, 2026
Skandal PI 10 Persen SES, Ratusan Miliar Rupiah Jadi Sorotan Nasional

Skandal PI 10 Persen SES, Ratusan Miliar Rupiah Jadi Sorotan Nasional

May 12, 2026

Recent News

  • Keterangan Khaidarmansyah Picu Tanda Tanya Baru, Siapa Pemilik Lahan SMA Siger?
  • Dugaan Korupsi PI 10 Persen Memanas, Majelis Hakim Kritik Jawaban Mantan Gubernur Lampung
  • Skandal PI 10 Persen SES, Ratusan Miliar Rupiah Jadi Sorotan Nasional
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com