• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Thursday, March 26, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Filosofi di Balik Tarian Tradisional Jawa

by Sava Mentari
September 3, 2025
in Budaya & Pariwisata

RUWAJURAI NEWS – Tarian tradisional Jawa bukan sekadar gerak tubuh yang indah, melainkan sarat makna dan filosofi yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat Jawa. Setiap gerakan, iringan gamelan, hingga kostum penari mengandung pesan moral, spiritual, dan nilai kehidupan yang diwariskan turun-temurun.

Salah satu contoh adalah Tari Bedhaya, yang kerap dipentaskan di keraton. Gerakannya yang lembut dan penuh ketenangan melambangkan kesucian, harmoni, serta hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Sementara Tari Gambyong, yang ceria dan luwes, menggambarkan kegembiraan sekaligus penghormatan kepada Dewi Padi sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan.

Filosofi juga tampak dalam Tari Topeng Jawa. Setiap topeng memiliki warna dan karakter berbeda, merepresentasikan sifat manusia: ada yang bijak, pemarah, licik, hingga penuh kasih. Pesan yang disampaikan adalah bahwa kehidupan manusia selalu berhadapan dengan berbagai sifat, dan keseimbangan menjadi kunci.

Berita Terkait

Menyelami Kekayaan Budaya dan Pariwisata Indonesia

Air Terjun Tumpak Sewu: Niagara dari Jawa Timur

Bagi masyarakat Jawa, tarian tradisional tidak hanya hiburan, tetapi juga media pendidikan nilai. Gerakan yang terukur dan ritmis mengajarkan kesabaran, kedisiplinan, serta keharmonisan antara raga dan jiwa.

Kini, meski zaman semakin modern, filosofi di balik tarian tradisional Jawa tetap relevan. Melalui festival, pendidikan seni, hingga kolaborasi dengan seniman kontemporer, tarian Jawa terus hidup sebagai jembatan antara tradisi dan masa depan.***

Source: SHIFA YUHANANDA
Tags: BudayaNusantaraFilosofiTariGamelanKesenianTradisionalTarianJawaTariBedhayaWarisanBudaya
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

March 18, 2026
Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

March 16, 2026
Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

March 13, 2026

Recent News

  • Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang
  • Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand
  • Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com