• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Wednesday, October 14, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Filosofi di Balik Tarian Tradisional Jawa

by Sava Mentari
September 3, 2025
in Budaya & Pariwisata

RUWAJURAI NEWS – Tarian tradisional Jawa bukan sekadar gerak tubuh yang indah, melainkan sarat makna dan filosofi yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat Jawa. Setiap gerakan, iringan gamelan, hingga kostum penari mengandung pesan moral, spiritual, dan nilai kehidupan yang diwariskan turun-temurun.

Salah satu contoh adalah Tari Bedhaya, yang kerap dipentaskan di keraton. Gerakannya yang lembut dan penuh ketenangan melambangkan kesucian, harmoni, serta hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Sementara Tari Gambyong, yang ceria dan luwes, menggambarkan kegembiraan sekaligus penghormatan kepada Dewi Padi sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan.

Filosofi juga tampak dalam Tari Topeng Jawa. Setiap topeng memiliki warna dan karakter berbeda, merepresentasikan sifat manusia: ada yang bijak, pemarah, licik, hingga penuh kasih. Pesan yang disampaikan adalah bahwa kehidupan manusia selalu berhadapan dengan berbagai sifat, dan keseimbangan menjadi kunci.

Berita Terkait

Jejak Keratuan di Lampung Masih Misterius, Saburai Budaya Nusantara Siapkan Kajian Mendalam

Menyelami Kekayaan Budaya dan Pariwisata Indonesia

Bagi masyarakat Jawa, tarian tradisional tidak hanya hiburan, tetapi juga media pendidikan nilai. Gerakan yang terukur dan ritmis mengajarkan kesabaran, kedisiplinan, serta keharmonisan antara raga dan jiwa.

Kini, meski zaman semakin modern, filosofi di balik tarian tradisional Jawa tetap relevan. Melalui festival, pendidikan seni, hingga kolaborasi dengan seniman kontemporer, tarian Jawa terus hidup sebagai jembatan antara tradisi dan masa depan.***

Source: SHIFA YUHANANDA
Tags: BudayaNusantaraFilosofiTariGamelanKesenianTradisionalTarianJawaTariBedhayaWarisanBudaya
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan

Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan

October 13, 2026
Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum

Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum

October 12, 2026
Jangan Cuma Awasi Sopir! Dugaan Permintaan Uang Tip Di SPBU Bernah Perlu Diselidiki

Jangan Cuma Awasi Sopir! Dugaan Permintaan Uang Tip Di SPBU Bernah Perlu Diselidiki

October 12, 2026

Recent News

  • Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan
  • Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum
  • Jangan Cuma Awasi Sopir! Dugaan Permintaan Uang Tip Di SPBU Bernah Perlu Diselidiki
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com