• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Wednesday, October 14, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Sejarah Wayang Kulit: Dari Ritual hingga Hiburan Modern

by Sava Mentari
September 3, 2025
in Budaya & Pariwisata

RUWAJURAI NEWS – Wayang kulit bukan sekadar tontonan tradisional, melainkan warisan budaya adiluhung yang merekam perjalanan panjang peradaban Nusantara. Kesenian ini telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, menandakan nilai universalnya bagi umat manusia.

Awalnya, wayang kulit berkembang sebagai ritual keagamaan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Jawa. Pertunjukan wayang berfungsi sebagai media penyebaran ajaran moral, spiritual, dan filosofi hidup. Cerita yang diangkat banyak terinspirasi dari epos besar seperti Mahabharata dan Ramayana.

Seiring masuknya Islam di Jawa, wayang kulit mengalami akulturasi. Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo, memanfaatkan wayang sebagai media dakwah. Tokoh dan lakon wayang pun diperkaya dengan nilai-nilai lokal serta ajaran Islam, menjadikan wayang lebih dekat dengan masyarakat.

Berita Terkait

Jejak Keratuan di Lampung Masih Misterius, Saburai Budaya Nusantara Siapkan Kajian Mendalam

Menyelami Kekayaan Budaya dan Pariwisata Indonesia

Di era modern, wayang kulit bertransformasi menjadi bentuk hiburan yang bisa dinikmati lintas generasi. Pementasan wayang semalam suntuk masih menjadi tradisi, namun kini juga hadir dalam versi singkat, bahkan digital. Dalang-dalang muda memanfaatkan teknologi audio visual, lampu sorot, hingga animasi untuk menarik penonton milenial.

Meski menghadapi tantangan dari arus hiburan populer, wayang kulit tetap bertahan sebagai simbol identitas dan kebijaksanaan budaya Jawa. Upaya pelestarian melalui festival, pendidikan seni, hingga kolaborasi internasional terus dilakukan agar wayang tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga inspirasi di masa depan.***

Source: SHIFA YUHANANDA
Tags: BudayaIndonesiaDalangKesenianTradisionalSejarahWayangUNESCOWarisanDuniaWayangKulit
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan

Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan

October 13, 2026
Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum

Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum

October 12, 2026
Jangan Cuma Awasi Sopir! Dugaan Permintaan Uang Tip Di SPBU Bernah Perlu Diselidiki

Jangan Cuma Awasi Sopir! Dugaan Permintaan Uang Tip Di SPBU Bernah Perlu Diselidiki

October 12, 2026

Recent News

  • Polemik Empat Tiang Internet di Gedung Air, Budi Minta Klarifikasi dan Pertimbangkan Gugatan
  • Dugaan Intimidasi di Dunia Pendidikan Lampung, Pangdam Minta Kepala Sekolah Tempuh Jalur Hukum
  • Jangan Cuma Awasi Sopir! Dugaan Permintaan Uang Tip Di SPBU Bernah Perlu Diselidiki
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com