• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Thursday, March 26, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Mengenal Upacara Tabuik di Pariaman, Sumatra Barat

by Sava Mentari
September 4, 2025
in Hukum & Kriminal

RUWAJURAI NEWS – Kota Pariaman di Sumatra Barat setiap tahunnya selalu dipenuhi ribuan pengunjung yang datang untuk menyaksikan upacara Tabuik. Tradisi ini bukan sekadar atraksi budaya, melainkan sebuah ritual penuh makna yang telah diwariskan turun-temurun sejak abad ke-19.

Tabuik sendiri berasal dari tradisi masyarakat Syiah yang dibawa ke Pariaman oleh para pedagang dan tentara asal India pada masa kolonial. Upacara ini digelar setiap tanggal 10 Muharram untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain, dalam peristiwa Karbala.

Dalam prosesi Tabuik, masyarakat membangun replika menara megah setinggi lebih dari 10 meter yang disebut tabuik. Replika ini dihias indah dengan ornamen warna-warni dan dibawa beramai-ramai dalam arak-arakan ke pantai. Ribuan orang tumpah ruah menyaksikan tradisi ini, yang kemudian ditutup dengan pembuangan tabuik ke laut sebagai simbol pengembalian roh ke alamnya.

Berita Terkait

Panji Padang Ratu: Publik Berhak Tahu Perkembangan Kasus Dugaan Predator Anak

Kasus HGU Lampung, LADAM: Jangan Berhenti di Pencabutan

Bagi masyarakat Pariaman, Tabuik bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga pesta budaya yang mempererat persaudaraan. Pemerintah daerah bahkan menjadikannya sebagai agenda pariwisata unggulan yang mampu mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Seiring perkembangan zaman, Tabuik menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat bertahan sekaligus bertransformasi menjadi daya tarik wisata dunia. Tradisi ini mengajarkan nilai kebersamaan, penghormatan pada sejarah, serta semangat menjaga warisan leluhur.***

Source: SHIFA YUHANANDA
Tags: BudayaSumatraBaratPesonaIndonesiaTabuikPariamanTradisiIndonesiaUpacaraTradisionalWarisanLeluhurWisataBudaya
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang

March 18, 2026
Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand

March 16, 2026
Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta

March 13, 2026

Recent News

  • Etika Jadi Kunci, HIMATRA Lampung Dorong Kritik yang Sehat dan Berimbang
  • Karya Kreatif Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Thailand
  • Empat Pendiri Media Lampung Duduk Sejajar dengan Bos Kompas, Tempo, dan Detik dalam Forum Nasional HAM di Jakarta
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com