• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Sunday, August 30, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Bingung! Pusat Pangkas TKD Lampung 580 Miliar, Sekolah Swasta Justru Tak Dapat BOSDA

by Panglima Bumi
October 9, 2025
in Lampung Raya

RUWA JURAI— Keputusan pemerintah pusat memangkas Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Lampung senilai Rp580 miliar menjadi sorotan publik, Rabu (8/10/2025). Pemangkasan anggaran ini diklaim Menteri Keuangan Purbaya sebagai akibat rendahnya serapan anggaran oleh pemerintah daerah, sehingga dianggap tidak efisien dan memerlukan koreksi di tingkat pusat.

Namun, di balik angka tersebut, muncul polemik yang membingungkan. Mengapa Pemprov Lampung tidak mampu memanfaatkan dana TKD secara maksimal? Sementara itu, SMA dan SMK swasta di Lampung, yang sejatinya termasuk sektor pelayanan dasar pendidikan, justru tidak mendapatkan bantuan operasional pendidikan (BOSDA).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa pada tahun 2025, BOSDA hanya diberikan untuk sekolah negeri. “Tahun ini alhamdulillah masih ada BOSDA, tapi hanya untuk negeri saja. Untuk swasta, memang belum ada alokasinya,” kata Thomas saat ditemui di Tubaba, Selasa (9/9/2025). Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2026, sekolah swasta diperkirakan tetap tidak mendapatkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

Berita Terkait

Tokoh Pemuda Way Kanan Minta DPRD dan PGK Selesaikan Polemik Lewat Dialog

Jamaludin Ungkap Keluhan Kepala Sekolah Swasta: MKKS Disebut Hanya Minta Sumbangan

Keterbatasan anggaran daerah menjadi alasan utama. Thomas menjelaskan, keuangan daerah yang terbatas membuat pemerintah harus memprioritaskan dana untuk sekolah negeri terlebih dahulu. “Keuangan daerah kita terbatas, jadi untuk yang Negeri dulu. Swasta memang menjadi persoalan tersendiri karena anggaran yang ada belum mencukupi,” ujarnya.

Kondisi ini memunculkan paradoks yang menimbulkan pertanyaan besar: pusat memangkas TKD Lampung karena alasan serapan anggaran yang rendah, namun di sisi lain, sejumlah sekolah swasta yang menjadi bagian dari pelayanan pendidikan dasar justru tidak menikmati manfaat dana APBD. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan kualitas pendidikan di sekolah swasta, terutama yang mengandalkan bantuan pemerintah untuk operasional.

Sejumlah pengamat pendidikan menilai, kebijakan ini dapat menimbulkan ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta, mengingat banyak sekolah swasta yang justru berada di pelosok atau melayani siswa dari keluarga kurang mampu. Tanpa BOSDA atau BOP, sekolah swasta menghadapi risiko keterbatasan fasilitas, tenaga pendidik, dan kualitas pembelajaran.

Selain itu, rendahnya serapan TKD bukan semata-mata masalah administratif, tetapi juga terkait kemampuan daerah dalam merencanakan dan menyalurkan anggaran secara tepat sasaran. Dengan dana yang dipangkas dari pusat, Pemprov Lampung perlu menyusun strategi agar alokasi berikutnya dapat lebih efektif, termasuk kemungkinan memperluas bantuan kepada sekolah swasta agar pelayanan pendidikan lebih merata.

Fenomena ini menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh dalam sistem pengelolaan keuangan daerah dan alokasi dana pendidikan. Tidak hanya soal angka pemangkasan, tetapi juga dampaknya terhadap akses pendidikan, kualitas pengajaran, dan pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh siswa di Lampung.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Anggaran Pendidikan LampungBOP Sekolah SwastaBOSDA LampungKebijakan Fiskal DaerahPemangkasan TKD LampungPemerintah Provinsi LampungPendidikan Menengah Lampung
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Pendidikan Vokasi Makin Relevan, SMK Tuma’ninah Yasin Metro Dekatkan Siswa dengan Dunia Industri

Pendidikan Vokasi Makin Relevan, SMK Tuma’ninah Yasin Metro Dekatkan Siswa dengan Dunia Industri

August 29, 2026
16 SMK Swasta Kota Metro Siapkan Strategi Baru Hadapi Persaingan Pendidikan

16 SMK Swasta Kota Metro Siapkan Strategi Baru Hadapi Persaingan Pendidikan

August 28, 2026
Tokoh Pemuda Way Kanan Minta DPRD dan PGK Selesaikan Polemik Lewat Dialog

Tokoh Pemuda Way Kanan Minta DPRD dan PGK Selesaikan Polemik Lewat Dialog

August 26, 2026

Recent News

  • Pendidikan Vokasi Makin Relevan, SMK Tuma’ninah Yasin Metro Dekatkan Siswa dengan Dunia Industri
  • 16 SMK Swasta Kota Metro Siapkan Strategi Baru Hadapi Persaingan Pendidikan
  • Tokoh Pemuda Way Kanan Minta DPRD dan PGK Selesaikan Polemik Lewat Dialog
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com