• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama
Sunday, August 30, 2026
Ruwajurainews.com
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
No Result
View All Result
Ruwajurainews.com
No Result
View All Result

Film Pesta Babi Soroti Dampak Pembangunan di Papua, Publik Terbelah

by Panglima Bumi
May 15, 2026
in Pemerintahan & Politik

RUWA JURAI- Film dokumenter investigatif Pesta Babi tengah menjadi sorotan nasional setelah sejumlah agenda pemutaran dan diskusi di lingkungan kampus dilaporkan dibubarkan. Kontroversi tersebut memicu perdebatan luas mengenai kebebasan akademik, ruang diskusi publik, hingga sikap institusi terhadap kritik sosial dan isu pembangunan.

Film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu mengangkat kehidupan masyarakat adat di Papua Selatan, khususnya di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Dalam dokumenter tersebut, ditampilkan berbagai dampak proyek pembangunan skala besar terhadap lingkungan hidup dan kehidupan masyarakat lokal. Film itu menyoroti berkurangnya kawasan hutan adat, ancaman terhadap sumber pangan tradisional, hingga perubahan pola hidup masyarakat yang selama ini bergantung pada alam.

Berita Terkait

Ridwan 98 Dorong Puan dan Dasco Terus Jadi Teladan dalam Menjaga Persatuan Nasional

Dari PSI hingga Sepak Bola Nasional, Jokowi Tetap Hadir dalam Ruang Publik

Selain itu, Pesta Babi juga menampilkan kekhawatiran masyarakat adat terhadap keberlangsungan budaya dan masa depan generasi mereka di tengah ekspansi pembangunan.

Namun, substansi film yang dianggap kritis terhadap kebijakan pembangunan dan Proyek Strategis Nasional memicu pro dan kontra di berbagai kalangan. Sebagian pihak menilai dokumenter tersebut penting sebagai bentuk kontrol sosial dan ruang penyampaian aspirasi masyarakat adat. Sementara pihak lain menganggap materi film terlalu sensitif dan berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Kontroversi semakin mengemuka setelah sejumlah agenda pemutaran film dihentikan di beberapa kampus. Salah satu yang paling ramai diperbincangkan terjadi di Universitas Mataram.

Pembatalan kegiatan nonton bareng disebut dilakukan atas pertimbangan menjaga kondusivitas lingkungan kampus. Keputusan tersebut menuai kritik dari mahasiswa dan pegiat kebebasan berekspresi yang menilai kampus seharusnya menjadi ruang terbuka bagi diskusi ilmiah, termasuk terhadap isu-isu sensitif sekalipun.

Selain di Universitas Mataram, penghentian pemutaran juga dilaporkan terjadi di UIN Mataram dan Universitas Pendidikan Mandalika. Laporan serupa juga muncul dari sejumlah daerah lain seperti Ternate dan Yogyakarta, meskipun dengan detail yang berbeda-beda.

Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi diskursus nasional terkait batas kebebasan akademik dan ruang kritik di Indonesia. Sejumlah pengamat menilai respons terhadap film dokumenter semacam ini dapat mencerminkan sejauh mana negara maupun institusi publik membuka ruang dialog terhadap isu-isu strategis, termasuk pembangunan, lingkungan hidup, dan hak masyarakat adat.

Di tengah polemik yang berkembang, Pesta Babi dinilai berhasil memantik perhatian publik terhadap persoalan yang selama ini jarang mendapat sorotan luas. Kontroversi yang muncul sekaligus menunjukkan bahwa isu pembangunan, lingkungan, dan hak masyarakat adat masih menjadi tema sensitif yang membutuhkan pendekatan terbuka, transparan, dan dialogis.***

Source: IWANG BAGAS TAMA
Tags: berita nasionalCypri Paju DaleDandhy Laksonodiskusi kampusfilm dokumenterkebebasan akademikkontroversi film dokumenterlingkungan hidupmasyarakat adat PapuaPesta Babiproyek strategis nasional
ShareTweetSendShare

Search

No Result
View All Result

Recent News

Pendidikan Vokasi Makin Relevan, SMK Tuma’ninah Yasin Metro Dekatkan Siswa dengan Dunia Industri

Pendidikan Vokasi Makin Relevan, SMK Tuma’ninah Yasin Metro Dekatkan Siswa dengan Dunia Industri

August 29, 2026
16 SMK Swasta Kota Metro Siapkan Strategi Baru Hadapi Persaingan Pendidikan

16 SMK Swasta Kota Metro Siapkan Strategi Baru Hadapi Persaingan Pendidikan

August 28, 2026
Tokoh Pemuda Way Kanan Minta DPRD dan PGK Selesaikan Polemik Lewat Dialog

Tokoh Pemuda Way Kanan Minta DPRD dan PGK Selesaikan Polemik Lewat Dialog

August 26, 2026

Recent News

  • Pendidikan Vokasi Makin Relevan, SMK Tuma’ninah Yasin Metro Dekatkan Siswa dengan Dunia Industri
  • 16 SMK Swasta Kota Metro Siapkan Strategi Baru Hadapi Persaingan Pendidikan
  • Tokoh Pemuda Way Kanan Minta DPRD dan PGK Selesaikan Polemik Lewat Dialog
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontributor
  • Kontak
  • Iklan & Kerjasama

© 2025 - Ruwajurainews.com

No Result
View All Result
  • Budaya & Pariwisata
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Lampung Raya
  • Opini & Suara Publik
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Lainnya
    • Foto & Video
    • Lifestyle & Hiburan
    • Olahraga Lampung
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan

© 2025 - Ruwajurainews.com